Chinese new year 2011


3 Februari 2011 mungkin adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh  Warga berketurunan TiongHoa. Ya! Imlek atau Chinese New Year.

Warga Tionghoa berdatangan ke sanak saudara untuk berkumpul dan orang yang lebih tua (sudah mapan) biasanya memberikan

Angpao kepada anak-anak. Atau saudara yang belum mapan. Kue terang bulan pun menjadi santapan ketika saudara-saudara

berkumpul. Dan biasanya untuk merayakan Imlekan ini, warga Tionghoa biasanya memakai baju warna merah sebagai lambang

kesenangan. Biasanya, satu keluarga besar akan berkumpul di rumah orang tua. Atau rumah Kakak paling tua. Mereka saling

bersilahturahmi. Karena mereka biasanya satu sama lain jarang bertemu. Di beberapa Wihara pun di gelar acara Barongsai. Dan saya

share tentang barongsai niih.

wajah singa berwarna-warni yang disebut sebagai barongsai (terkadang juga disebut sebagai liongsai)selalu  muncul di mana-mana. Begitu pula di Indonesia terutama saat Imlek. Sejak era reformasi, tarian barongsai menjadi tarian yang umum dilihat di mana-mana. Belakangan tarian barongsai juga sering digunakan sebagai tema iklan Imlek di televisi

Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Qin sekitar abad ketiga
sebelum masehi. Masyarakat Tionghoa percaya singa adalah lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian Singa dipercaya
merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan tentu saja perayaan tahun baru.
Barongsai secara garis besar terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’.
Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.
Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ – istilah ini banyak digunakan di Hong Kong ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.
Di depan penari Barong biasanya juga terdapat seorang penari lain yang mengenakan topeng dan membawa kipas. Tokoh ini disebut Sang Buddha. Tugasnya adalah untuk menggiring sang Singa Barong ke tempat di mana amplop berisi uang disimpan. Mereka yang ingin mendapat untung besar, umumnya berlomba-lomba mengisi amplop angpao dengan jumlanh uang yang banyak.

beberapa di copy dari: http://id.shvoong.com/

 

One response to “Chinese new year 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s